Pages

Kota menurut Koentjaraningrat di Indonesia

 

Kota menurut Koentjaraningrat di Indonesia 

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fpmperizinan.jogjakota.go.id%2Fweb%2Fdetail%2F74%2Fyogyakarta%2C_kota_istimewa_dengan_sejuta_kenangan_dan_keunikan&psig=AOvVaw02-s_EPl-GPFyoMg0NZlJw&ust=1603696523972000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCPiIjauZz-wCFQAAAAAdAAAAABAD

1.      A. Kota Istana contohnya adalah Yogyakarta

Tata kota yang berada di kota Yogyakarta yaitu memiliki istana/keraton sebagai pusat  kerajaan yang di dalamnya terdiri dari raja dan ratu namun jika di Yogyakrta yaitu keratin kesultanan yang didalamnya sebagai tempat tinggan sultan beserta keluarganya. Di sekitas keraton Yogyakarta terdapat wilayah luas sebagai tempat berkumpulnya susatu acara bagi masyarakat/rakyat kota yakni alun-alun kidul dan utara. Lalu terdapat pasar malioboro sebagai tempat berjual beli rakyat.

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.jd.id%2Fnews%2Finsight%2Ftravel-dan-kuliner%2Fingin-berlibur-ke-bali-saat-new-normal-simak-panduannya-berikut-ini%2F&psig=AOvVaw0NlXJvqpCqz-cE6hJeMmmf&ust=1603696686333000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCMiv4O6Zz-wCFQAAAAAdAAAAABAD
B. Kota Pusat Keagamaan contohnya adalah Bali

Tata kota yang berada di Bali memiliki susunan tata kota berdasarkan agama Hindu. Di setiap rumah di Bali memiliki tempat beribadah bagi umat Hindu yang biasanya terdapat di depan rumah masing-masing, dan setiap besar kecilnya tempat ibadah tersebut dipengaruhi oleh kasta. Selain itu Bali juga terkenal akan penduduk yang mayoritasnya beragama Hindu menjadi pusat masyarakat beragam Hindu. Di setiap tempat Bali memiliki pura sebagai tempat ibadah rakyat Hindu secara bersama-sama ketika terjadi perayaan agama besar. Sekolah, bentuk bangunan di sana pun penuh dengan kebudayaan Bali dengan khas Hindu Bali.

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmapio.net%2Fpic%2Fp-41805928%2F&psig=AOvVaw2cotaFQX7EYqaXWuTBZ4Ol&ust=1603696794277000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCPD37aGaz-wCFQAAAAAdAAAAABAc
C. Kota Pelabuhan contohnya adalah Banten

Wilayah Banten susunan spasialnya terdiri dari bagian-bagian yang memiliki kekuasaan di pelabuhan, yang tempat tinggalnya dekat pelabuhan, dan perkampungan dengan pemukiman pedagang asing secara terpisah berdasarkan kampong asal negeri mereka.

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.rumah.com%2Fareainsider%2Fjakarta-pusat%2Farticle%2Finfrastruktur-jakarta-pusat-paling-hebat-2437&psig=AOvVaw0hACK276yoMNCrXgr-CIH5&ust=1603696879727000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCLCY7s6az-wCFQAAAAAdAAAAABAD
D. Kota Administrasi Contohnya adalah Jakarta Pusat

Jakart merupakan ibu kota negara Indonesia yang juga sebagai kota Administrasi. Tata kota di kota ini terdapat gedung-gedung yang penting seperti kantor para pejabat, gedung pemerintahan, gedung walikota atauu bupatir, tempat peribadahan umat agama. Terdapat gedung yang menjulang tinggi sebagai pusat perekonomian amsyarakat setempat. 


Sumber; Saebani, Beni Ahmad. 2017. SOSIOLOGI PERKOTAAN Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya. Bandung:CV Pustaka Setia. http://digilib.uinsgd.ac.id/3652/1/SOSIOLOGI%20PERKOTAAN.pdf

0

PROSES SOSIALISASI MASYARAKAT PERKOTAAN

 PROSES SOSIALISASI MASYARAKAT PERKOTAAN




https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Ftravel.tribunnews.com%2F2018%2F03%2F12%2Fkorea-selatan-tak-pernah-gunakan-google-4-situs-inilah-yang-selalu-jadi-rujukan-di-negeri-gingseng&psig=AOvVaw37Q9T7202u2vzPgAvTQfyg&ust=1603695742314000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCNiPvK6Wz-wCFQAAAAAdAAAAABAE

Wilayah perkotaan terbentuk oleh kompleksitas oleh kemajuan modernisasi, industrialisasi, dan globalisasi dalam setiap kehidupannya yang terdiri dari berbagai lapisan sosial di dalamnya yakni kelas sosial, status sosial, dan stratifikasi sosial yang menimbulkan implikasi positif dan negative dalam masyarakat perkotaan. Di dalam perkotaan manusia yang tinggall hidup dalam keramaian namun secara sosial mereka hidup berjauhan yakni jarak sosial karena adanaya manusia dengan bebagai latar belakang yang merupakan akibat dari anonimitas, impersionalitas, dan heterogenitas. Sosialiasi yang terjadi di masyarakat perkotaan memiliki nilai budaya yang berpatok kepada peradaban masa kini dan dengan pikiran rasionalitas. Individu antar individu melakukan sosialisasi berdasrakan kepentingan saja bukan berdasar pada kekeluargaan namun di perkotaan biasanya memiliki toleransi sosial karena amasyarakat yang heterogendan asyarakat kota mementingkan status sosial dalam kehidupannya. Sosialisasi masyarakat perkotaan biasanya memiliki kedekatan satu sama lain jika merasa dirinya senasib dengan yang lain, misalnya ialah perkumpulan pekerjaan seperti dokter, guru.Berdasarkan etnis yaitu perkumpulaan etnis Jawa, batak.

Berita


Ini Sebabnya Hidup di Perkotaan Rentan Memicu Stres

Masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih membuat stress disbanding dengan hidup di desa berdasarkan studi penelitian dari Carnegie Mellon University bahwa tingkat stress penduduk kota sebanyak 18-24 persen dalam waktu 26 tahun.Hal ini dikarenakan hidup di perkotaan tantangan sosial ekonomi secara umum lebih tinggi disbanding hidup di pedesaan karena masyarakat kota selalu dituntut untuk bersaing. Aktivitas yang sibuk membuay waktu untuk istirahat menjadi sedikit, dengan jam tidur yang berantakan inilah menjadi salah satu factor rentan terhadap stress.

Diambil dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3473095/ini-sebabnya-hidup-di-perkotaan-rentan-memicu-stres

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.cedars-sinai.org%2Fblog%2Fhidden-symptoms-of-stress.html&psig=AOvVaw12N7G-TdEw5ZBlhynnyyRL&ust=1603696058862000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCICn2sKXz-wCFQAAAAAdAAAAABAD


Pada sinopsis berita tersebut mengatkan bahwa masyarakat kota lebih rentan mengalami stress disbanding masyarakat desa. Hal ini dikarenakan masyarakat kota dituntut untuk bersaing aagar bisa menjalani hidupp layak semasa di kota dan menjadi lebih baik dari yang lain. Masyarakata kota juga mementingkan status sosial antar individu membuat persaingan yang semakin ketat juga meningkatkan adanya stress. Selain itu masyarakat perkotaan cenderung memiliki sifat individualistis tidak mementingkan kepentingan bersama terlebih dahulu, Mereka juga biasanya memiliki ikatan kekeluargaan yang lebih rendah daripada masyarakat di pedesaan membuat kedekatan antar individu atas dasar kepentingan juga memicu stress karena kurangnya solidaritas. 


Sumber; Saebani, Beni Ahmad. 2017. SOSIOLOGI PERKOTAAN Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya. Bandung:CV Pustaka Setia. http://digilib.uinsgd.ac.id/3652/1/SOSIOLOGI%20PERKOTAAN.pdf



0

TEORI SEWA TANAH

 TEORI SEWA TANAH 

Johann Heinrich von Thünen




sumber gambar: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FJohann_Heinrich_von_Th%25C3%25BCnen&psig=AOvVaw1wwNCGOuypPpUQHooV8949&ust=1603694924620000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCMjzjaWTz-wCFQAAAAAdAAAAABAD



1.      Konsep Teori Sewa Tanah dari Von Thunen adalah dapat dilihat dengan hubungan sewa lahan dengan jarak ke pasar yang berarti bahwa jarak mempengaruhi harga sewa lahan. Harga sewa lahan yang digunakan untuk  penggunaan lahan yang mendekati pusat kegiatan kota maka akan semakin tinggi hara tawaran sewa yang berlaku. Nilai tanah terdapat berbagai factor, salah satunya ialah factor pendorong yaitu factor lokasi, biasanya lokasi berkenaan dengan aksesibilitas dan lingkungan. Von Thunen mengatakan bahwa harga tanag bergantung pada jarak geografis lokasi tanah dari maupun ke pusat kegiatan kota, pusat kegiatan kota yang dimaksud adalah pasar yang mencerminkan pusat terjadinya aktivitas ekonomi. Pemilihan lokasi ditentukan oleh prinsp khusus organisasi berdasarkan kegiatan yaitu aksesbilitas. Bagi peruusahaan aksesbilitas tinggi berarti mereka dapat dengan mudah memasuiki akses pasar yang luas dan beragam untuk factor produksi, informasi, inratusktrur. Pemilihan lokasi untuk semua model jenis ini memiliki karakteristik penting yang sama dalam hal biaya atau sewa tanah. Model ini melengkapi permainan antara kegiatan yang dilakukan atas dasar prinsip ekonomi yang ketat, perusahaan dapat menemukan di daerah yang lebih terkonsentrasi, mereka mampu membayar harga sewa yang lebih tinggi dari daerah tersebut. 


Sleman City Hall, salah satu dari sekian banyak mall di Sleman
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fjadwalnonton.com%2Fbioskop%2Fdi-yogyakarta%2Fsleman-city-hall-xxi-yogyakarta.html&psig=AOvVaw0YzFp8XBWycoSgyfsuil9W&ust=1603695168853000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCNCNwqCUz-wCFQAAAAAdAAAAABAD
Contoh: Teori sewa tanah sesuai dengan perkotaan saat ini yaitu wilayah Sleman dimana wilayah ini merupakan wilayah dengan berbagai akses penunjang penduduk yaitu banyak universitas, mall, pasar, pusat perbelanjaan yang terdapat di wilayah ini hal ini bisa terjadi karena adanya kegiatan ekonomi penduduk yang tinggi membuat harga sewa lahan juga tinggi. Selain itu juga wilayah Sleman terdapat kafe, restoran suasana tradisional yang banyak sekali dijumpai di wilayah ini membuat harga sewa tinggi juga mempengaruhi produk yang dijual.


Sumber : S.K,Fajar Fauzian.,dkk. Identifikasi Karakteristik Harga Sewa Kos Di Sekitar Kampus Itb Berdasarkan Radius. https://www.academia.edu/download/59445060/TUBES_Pola_Lokasi_dan_Struktur_Ruang20190529-58850-1wo27fm.pdf












0

Hubungan Antara Sosiologi dengan Perkotaan↓↓↓

 Hubungan Antara Sosiologi dengan Perkotaan↓↓↓

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Ftheconversation.com%2Fini-pentingnya-ruang-terbuka-hijau-bagi-masyarakat-perkotaan-saat-pandemi-143903&psig=AOvVaw0bOq4uzxqSX4OIeALEnQD5&ust=1603694193095000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCKiilM2Qz-wCFQAAAAAdAAAAABAJ


1.      Sosiologi merupakan kajian atau ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara manusia yakni kelompok dengan kelompok dan struktur sosialnya. Menurut tokoh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi sosiologi merupakan ilmu tentang masyarakat dimana digunakan untuk mempelajari struktur masyarakat serta proses sosial termasuk dengan perubahan-perubahan ssosial. Menurut David Popenoe sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam masyarakat secara keseluruhan. Pada Intinya Sosiologi merupakan kajian atau ilmu yang mempelajari proses sosial da hubungan sosial manusia dalam masyarakat baik secara individu maupun kelompok.

 

Menurut Bintarto,1989:36(dalam Mita, 2017) Kota merupakan wilayah ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata ekonomi sosial yang beragam atau heterogen, dan bercorak materiarilisis atau sebagai lanskap budaya yang dihasilkan oleh unsur-unsur yang cukup besar dalam kehidupan, unsur-unsur tersebut bersifat heterogen dan material. Masyrakat dalam perkotan merupakan masyarakat yang heterogen dengan berbagai lat belakang suku, ras ,agama, etnis dan lain-lain serta memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.

 

Hubungan sosiologi dengan wilayah perkotaan yaitu wilayah perkotaan dengan segala ciri khas dan keunikannya di dalam masyarakat dapat dikaji oleh ilmu sosiologi karena sosiologi mempelajari cara manusia dalam berinterasksi baik secara individu maupun kelompok dalam masyarakat, yang dalam hal ini ialah masyarakat peerkotaan. Dengan ilmu sosiologi nantinya akan dapat mengamati segala bentuk perubahan sosial, permasalahan sosial dalam masyarakat perkotaan. 


Sumber: Andriani, Kiki Fauziah. 2018. Sosiologi Dan Antropologi Pendidikan Menganalisis Hakikat Sosiologi Dan Antropologi. https://www.academia.edu/download/58000211/Kiki_Fauziah_AndrianiPGSD_2018C.pdf

Rosaliza, Mita. 2017. Lapisan Sosial Masyarakat Perkotaan. https://journal.unilak.ac.id/index.php/jib/article/view/1126/810



0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com