PROSES SOSIALISASI MASYARAKAT PERKOTAAN
Ini
Sebabnya Hidup di Perkotaan Rentan Memicu Stres
Masyarakat
yang tinggal di perkotaan lebih membuat stress disbanding dengan hidup di desa
berdasarkan studi penelitian dari Carnegie Mellon University bahwa tingkat stress
penduduk kota sebanyak 18-24 persen dalam waktu 26 tahun.Hal ini dikarenakan
hidup di perkotaan tantangan sosial ekonomi secara umum lebih tinggi disbanding
hidup di pedesaan karena masyarakat kota selalu dituntut untuk bersaing.
Aktivitas yang sibuk membuay waktu untuk istirahat menjadi sedikit, dengan jam
tidur yang berantakan inilah menjadi salah satu factor rentan terhadap stress.
Pada sinopsis berita tersebut mengatkan bahwa masyarakat kota
lebih rentan mengalami stress disbanding masyarakat desa. Hal ini dikarenakan
masyarakat kota dituntut untuk bersaing aagar bisa menjalani hidupp layak
semasa di kota dan menjadi lebih baik dari yang lain. Masyarakata kota juga
mementingkan status sosial antar individu membuat persaingan yang semakin ketat
juga meningkatkan adanya stress. Selain itu masyarakat perkotaan cenderung memiliki
sifat individualistis tidak mementingkan kepentingan bersama terlebih dahulu, Mereka
juga biasanya memiliki ikatan kekeluargaan yang lebih rendah daripada
masyarakat di pedesaan membuat kedekatan antar individu atas dasar kepentingan
juga memicu stress karena kurangnya solidaritas.
Sumber; Saebani, Beni Ahmad. 2017. SOSIOLOGI PERKOTAAN Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya. Bandung:CV Pustaka Setia. http://digilib.uinsgd.ac.id/3652/1/SOSIOLOGI%20PERKOTAAN.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar