Pages

PROSES SOSIALISASI MASYARAKAT PERKOTAAN

 PROSES SOSIALISASI MASYARAKAT PERKOTAAN




https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Ftravel.tribunnews.com%2F2018%2F03%2F12%2Fkorea-selatan-tak-pernah-gunakan-google-4-situs-inilah-yang-selalu-jadi-rujukan-di-negeri-gingseng&psig=AOvVaw37Q9T7202u2vzPgAvTQfyg&ust=1603695742314000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCNiPvK6Wz-wCFQAAAAAdAAAAABAE

Wilayah perkotaan terbentuk oleh kompleksitas oleh kemajuan modernisasi, industrialisasi, dan globalisasi dalam setiap kehidupannya yang terdiri dari berbagai lapisan sosial di dalamnya yakni kelas sosial, status sosial, dan stratifikasi sosial yang menimbulkan implikasi positif dan negative dalam masyarakat perkotaan. Di dalam perkotaan manusia yang tinggall hidup dalam keramaian namun secara sosial mereka hidup berjauhan yakni jarak sosial karena adanaya manusia dengan bebagai latar belakang yang merupakan akibat dari anonimitas, impersionalitas, dan heterogenitas. Sosialiasi yang terjadi di masyarakat perkotaan memiliki nilai budaya yang berpatok kepada peradaban masa kini dan dengan pikiran rasionalitas. Individu antar individu melakukan sosialisasi berdasrakan kepentingan saja bukan berdasar pada kekeluargaan namun di perkotaan biasanya memiliki toleransi sosial karena amasyarakat yang heterogendan asyarakat kota mementingkan status sosial dalam kehidupannya. Sosialisasi masyarakat perkotaan biasanya memiliki kedekatan satu sama lain jika merasa dirinya senasib dengan yang lain, misalnya ialah perkumpulan pekerjaan seperti dokter, guru.Berdasarkan etnis yaitu perkumpulaan etnis Jawa, batak.

Berita


Ini Sebabnya Hidup di Perkotaan Rentan Memicu Stres

Masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih membuat stress disbanding dengan hidup di desa berdasarkan studi penelitian dari Carnegie Mellon University bahwa tingkat stress penduduk kota sebanyak 18-24 persen dalam waktu 26 tahun.Hal ini dikarenakan hidup di perkotaan tantangan sosial ekonomi secara umum lebih tinggi disbanding hidup di pedesaan karena masyarakat kota selalu dituntut untuk bersaing. Aktivitas yang sibuk membuay waktu untuk istirahat menjadi sedikit, dengan jam tidur yang berantakan inilah menjadi salah satu factor rentan terhadap stress.

Diambil dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3473095/ini-sebabnya-hidup-di-perkotaan-rentan-memicu-stres

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.cedars-sinai.org%2Fblog%2Fhidden-symptoms-of-stress.html&psig=AOvVaw12N7G-TdEw5ZBlhynnyyRL&ust=1603696058862000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCICn2sKXz-wCFQAAAAAdAAAAABAD


Pada sinopsis berita tersebut mengatkan bahwa masyarakat kota lebih rentan mengalami stress disbanding masyarakat desa. Hal ini dikarenakan masyarakat kota dituntut untuk bersaing aagar bisa menjalani hidupp layak semasa di kota dan menjadi lebih baik dari yang lain. Masyarakata kota juga mementingkan status sosial antar individu membuat persaingan yang semakin ketat juga meningkatkan adanya stress. Selain itu masyarakat perkotaan cenderung memiliki sifat individualistis tidak mementingkan kepentingan bersama terlebih dahulu, Mereka juga biasanya memiliki ikatan kekeluargaan yang lebih rendah daripada masyarakat di pedesaan membuat kedekatan antar individu atas dasar kepentingan juga memicu stress karena kurangnya solidaritas. 


Sumber; Saebani, Beni Ahmad. 2017. SOSIOLOGI PERKOTAAN Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya. Bandung:CV Pustaka Setia. http://digilib.uinsgd.ac.id/3652/1/SOSIOLOGI%20PERKOTAAN.pdf



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com