Kota menurut Koentjaraningrat di Indonesia
1.
A. Kota Istan
Tata kota yang berada di kota Yogyakarta yaitu memiliki
istana/keraton sebagai pusat kerajaan
yang di dalamnya terdiri dari raja dan ratu namun jika di Yogyakrta yaitu keratin
kesultanan yang didalamnya sebagai tempat tinggan sultan beserta keluarganya.
Di sekitas keraton Yogyakarta terdapat wilayah luas sebagai tempat berkumpulnya
susatu acara bagi masyarakat/rakyat kota yakni alun-alun kidul dan utara. Lalu
terdapat pasar malioboro sebagai tempat berjual beli rakyat.
Tata kota yang berada di Bali memiliki susunan tata kota
berdasarkan agama Hindu. Di setiap rumah di Bali memiliki tempat beribadah bagi
umat Hindu yang biasanya terdapat di depan rumah masing-masing, dan setiap
besar kecilnya tempat ibadah tersebut dipengaruhi oleh kasta. Selain itu Bali
juga terkenal akan penduduk yang mayoritasnya beragama Hindu menjadi pusat
masyarakat beragam Hindu. Di setiap tempat Bali memiliki pura sebagai tempat
ibadah rakyat Hindu secara bersama-sama ketika terjadi perayaan agama besar.
Sekolah, bentuk bangunan di sana pun penuh dengan kebudayaan Bali dengan khas
Hindu Bali.
C. Kota Pelabuhan contohnya adalah Banten
Wilayah Banten susunan spasialnya terdiri dari bagian-bagian
yang memiliki kekuasaan di pelabuhan, yang tempat tinggalnya dekat pelabuhan,
dan perkampungan dengan pemukiman pedagang asing secara terpisah berdasarkan kampong
asal negeri mereka.
Jakart merupakan ibu kota negara Indonesia yang juga sebagai
kota Administrasi. Tata kota di kota ini terdapat gedung-gedung yang penting
seperti kantor para pejabat, gedung pemerintahan, gedung walikota atauu bupatir,
tempat peribadahan umat agama. Terdapat gedung yang menjulang tinggi sebagai pusat
perekonomian amsyarakat setempat.
Sumber; Saebani, Beni Ahmad. 2017. SOSIOLOGI PERKOTAAN Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya. Bandung:CV Pustaka Setia. http://digilib.uinsgd.ac.id/3652/1/SOSIOLOGI%20PERKOTAAN.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar